Secara resmi dikenal sebagai format MPEG-4 Audio, M4A dikembangkan oleh banyak perusahaan, seperti Bell Labs, Dolby Laboratories, Microsoft, Fraunhofer Society, dan lain-lain. Format ini dirilis pada tahun 1997, dan ekstensi nama filenya adalah .m4a.
Dirancang untuk menjadi penerus MP3, M4A adalah format audio yang datanya dikodekan dengan Advanced Audio Coding (AAC). Format ini juga merupakan bagian dari standar MPEG-2 dan MPEG-4.
Karena format ini menggunakan codec AAC, maka format ini juga dikenal dengan nama itu.
Ini terutama digunakan oleh Apple. Jadi ini adalah format musik default di iTunes, Apple Music, dan kompatibel dengan perangkat iOS.
Keuntungan dan kerugian format M4A
M4A adalah format standar untuk audio digital, berlaku untuk distribusi musik digital. Tetapi, seperti halnya segala sesuatu, format ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Anda dapat melihatnya secara detail di bawah ini.
Keuntungan
- Ukuran file kecil. Format M4A menggunakan kompresi lossy. Dengan demikian, ukurannya sekitar sepuluh kali lebih kecil daripada file yang tidak terkompresi sambil mempertahankan kualitas audio yang dapat diterima. Ini tidak diragukan lagi menjadikannya format yang cocok untuk distribusi digital konten audio.
- Teknologi kompresi yang lebih baik. M4A memiliki teknologi kompresi yang lebih canggih daripada MP3. Hasilnya, file M4A lebih kecil dari file MP3.
- Kualitas. Format M4A terdengar lebih baik daripada MP3, bahkan pada bitrate yang sama.
Kekurangan
- Kompatibilitas. Meskipun M4A adalah standar audio, namun tidak sepenuhnya universal. Hanya beberapa perangkat yang mendukungnya secara asli, dan itu adalah perangkat Apple dan ponsel Android. Sebagian besar perangkat dan pemutar media tidak dapat membuka file M4A.
- Kualitas. Meskipun M4A terdengar lebih baik daripada MP3, M4A masih merupakan format lossy. Itu berarti kualitasnya layak tetapi tidak setinggi format lossless seperti FLAC atau ALAC.